Yogyakarta, 21 November 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Yogyakarta telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Deskripsi dan Revisi Hasil Pemeriksaan Substantif Paten Berbantuan AI. Acara yang berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Pertanian ini menjadi forum strategis untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan akademisi dalam memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) guna memperkuat kualitas dokumen paten. Pelatihan ini secara khusus mengangkat subtema "Dari Ide Menuju Inovasi: Meningkatkan Kualitas Deskripsi Paten Melalui Kolaborasi Manusia dan AI," yang menyoroti perpaduan antara keahlian invensi manusia dengan efisiensi teknologi.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris LPPM, Dr. Avido Yuliestyan, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa adopsi AI dalam proses penyusunan paten merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa invensi yang dihasilkan memiliki deskripsi yang kokoh, klaim yang presisi, dan lingkup perlindungan yang maksimal. Inisiasi kegiatan penting ini didorong oleh Kepala Pusat Kekayaan Intelektual dan Publikasi LPPM, Dhimas Arief Dharmawan, S.T., Ph.D., sebagai upaya nyata LPPM dalam mendorong percepatan dan peningkatan mutu paten yang diajukan oleh sivitas akademika UPN "Veteran" Yogyakarta.
Guna memberikan wawasan yang komprehensif, pelatihan ini menghadirkan dua narasumber terkemuka dari bidang akademik dan praktis. Perspektif akademik disampaikan oleh Prof. Dr. Kuwat Triyana, Profesor Fisika Material dan Instrumentasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membahas detail teknis penyusunan deskripsi dari sudut pandang ilmiah yang mendalam. Sementara itu, Rifan Fikri, Kepala Subdirektorat Permohonan dan Pelayanan Direktorat Paten, memberikan panduan praktis mengenai standar pemeriksaan substantif dan bagaimana AI dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses revisi hasil pemeriksaan.
Antusiasme peserta, yang terdiri dari dosen dan peneliti, menjadi indikasi tingginya kebutuhan akan pemahaman mengenai optimalisasi AI dalam pengurusan Kekayaan Intelektual. Melalui kolaborasi antara keahlian teknis dan alat bantu AI, kegiatan ini diharapkan dapat memangkas waktu proses pendaftaran, meminimalkan potensi penolakan, serta pada akhirnya, meningkatkan jumlah paten berkualitas tinggi yang berasal dari UPN "Veteran" Yogyakarta dan berkontribusi signifikan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.