Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Yogyakarta terus memperluas jangkauan dan dampak Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui jalinan kerja sama strategis. Pada hari Kamis, 14 November 2025, LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan inisiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Baperlitbang) Kabupaten Banjarnegara.
Inisiasi PKS ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam mengimplementasikan kolaborasi yang berfokus pada pengembangan daerah, khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara, dengan mengedepankan nilai-nilai Bela Negara.
Kerja sama antara LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta dan Baperlitbang Banjarnegara dirancang untuk mensinergikan potensi akademik dan riset yang dimiliki oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan dan inovasi yang ada di tingkat pemerintah daerah.
Beberapa fokus utama yang akan diakomodasi dalam PKS ini meliputi Penyelenggaraan Penelitian dan Kajian Strategis: Melakukan penelitian bersama yang relevan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan isu-isu strategis Kabupaten Banjarnegara. Secara khusus, penelitian akan diarahkan pada isu kebencanaan, seperti mitigasi dan penanganan longsor, serta kajian komprehensif terkait lingkungan hidup, demi mendukung pembangunan yang berbasis risiko dan berkelanjutan. Fokus lain mencakup optimalisasi sektor pertanian, pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Inovatif, termasuk KKN Bela Negara Tematik: Program PkM ini akan berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta solusi penanganan masalah sosial dan lingkungan, dengan menanamkan semangat Bela Negara di tingkat desa. Salah satunya mengimplementasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bela Negara Tematik yang terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan di Banjarnegara.
Ketua LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr. Dyah Sugandini, M.Si., menyampaikan harapannya bahwa kerja sama ini akan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan di Banjarnegara melalui transfer pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan oleh civitas akademika UPN "Veteran" Yogyakarta.
"Kami berkomitmen untuk mendukung penuh Baperlitbang Banjarnegara dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dan menyelesaikan permasalahan riil di lapangan. Dengan mengintegrasikan KKN Bela Negara Tematik, kami berharap kontribusi Dosen dan Mahasiswa dapat memberikan dampak langsung dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan wilayah. Sinergi antara kampus dan pemerintah daerah adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan," ujar Dr. Dyah Sugandini.
Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, SH. MSi., menyambut baik inisiasi ini. Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis, terutama dalam menjawab tantangan spesifik daerah.
"Kami sangat berharap kolaborasi ini dapat fokus pada riset-riset strategis yang krusial bagi Banjarnegara, terutama terkait mitigasi bencana longsor dan kajian mendalam mengenai lingkungan hidup. Dengan keahlian UPN 'Veteran' Yogyakarta, kami yakin dapat merumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih tepat dan berbasis ilmu pengetahuan," kata Yusuf Agung Prabowo.
Setelah inisiasi PKS ini, kedua belah pihak akan segera menyusun rencana aksi dan program kerja konkret yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. Diharapkan program-program kolaborasi pertama, termasuk penempatan mahasiswa KKN Bela Negara Tematik dan pelaksanaan riset prioritas, dapat segera berjalan pada tahun anggaran 2026.
LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta mengajak seluruh dosen dan peneliti untuk berpartisipasi aktif dalam implementasi kerja sama ini, menjadikan riset dan pengabdian sebagai kontribusi nyata UPN dalam pembangunan nasional, sejalan dengan semangat "Bela Negara" yang diemban.